Sesikun atau Pribahas dalam Bahasa Lampung (Kelas 9)

        PELAJARAN BAHASA LAMPUNG KELAS 9 "Sesikun/Pribahasa"


Sekolah               SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung
Hari/Tanggal            : Rabu, 22 Oktober 2025
Kelas                   : 9A, 9B, 9C, 9D
Elemen                Nulis (Menulis)
Fase/Semester    : D/Ganjil
CP                     Pada akhir Fase D, Peserta didik dapat menyampaikan informasi atau pesan (perasaan, gagasan, pikiran, dan kehendak) secara tertulis baik fiksi maupun non fiksi dengan menggunakan kosakata Bahasa Lampung maupun dalam aksara lampung. Peserta didik dapat menyampaikan pesan berdasarkan sumber tertentu (fakta,pengalaman,dan imajinasi) dengan kalimat sederhana (fiksi/non fiksi).
Materi                   : Sesikun/Pribahasa
Guru Pengampu    : Alek Zulta Anggara, S.Pd.
Waktu                : 1X Pertemuan (2 x 40 Menit)


TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami pepatah dalam bahasa Lampung.

KEGIATAN PEMBELAJARAN


Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Anak - anak hebat yang sholeh dan sholeha yang Bapak banggakan, apakah tadi subuh kalian sudah melaksanakan sholat subuh tepat waktu? untuk yang laki-laki solat subuh nya di masjid atau di musholla yaa, supaya kita mendapat keberkahan dari Allah SWT .. Dan untuk yang perempuan silahkan sholat subuh nya secara munfarid dirumah masing-masing...


Pertemuan lalu kita sudah belajar mengenai materi Pungo Pandai yang memiliki arti serba bisa atau multitalent. pada materi pungo pandai kita fokus membahas mengenai berita. materi kedua terkait "Wewaghahan Legenda" yang berarti cerita atau bercerita dengan diiringi irama musik cetik atau gambus dan bercerita mengenai legenda dalam bahasa lampung, sekarang mari bersama kita memasuki materi baru yaitu terkait sesikun atau sering disebut juga dengan pribahasa.

 

semoga pertemuan kita beberapa waktu ke depan diberikan kemudahan oleh allah Swt.

Kita simak dulu video dibawah ini sebelum kita membahas materi terbaru terkait Sesikun...




MATERI PELAJARAN

A. Pengertian dan Fungsi Sesikun
Dalam kehidupan masyarakat Lampung, pribahasa dikenal dengan istilah sesikun. sesikun berarti bahasa yang memiliki arti kias atau bermakna konotasi (kata yang memiliki nilai rasa).
selanjutnya setelah memahami pengertian sesikun, ada juga manfaat sesikun. sesikun bermanfaat sebagai alat pemberi nasihat, motivasi, sindiran, celaan, sanjungan, perbandingan, atau sebagai pemanis dalam berbahasa. 

B. Isi dan Jenis Sesikun
jika dilihat dri isi sesikun itu sendii, terbagi atas enak bentuk, yaitu:
1. pepatah
2. bidal
3. perumpamaan
4. ibarat
5. pemeo
6. ungkapan

C. Bentuk-Bentuk Sesikun
1. Pepatah
pepatah merupakan jenis sesikun yang di dlamnya mengandung makna kias tentang keadaan atau prilaku seseorang.
contohnya: "acak andak balung jak andak mata", berarti "lebih baik putih tulang daripada utih mata. sesikun ini bermakna lebih baik mati dari pada menanggung malu.

2. Bidal
Bidal adalah sesikun yang digunakan untuk memberi nasihat, peringatan, sindiran, motivasi, ataupun hinaa.
contohnya: "Bacak pedih ngalikut, anjak pedih ngelimak", yang berarti "Lebih baik tidak berharap, daripada berharap tidak diberi". sesikun ini bermakna dari pada hidup dengan berharap dan bergantung dengan orang lain, lebuh baik berusaha dan berjuang sendiri.

3. Perumpamaan
Perumpamaan adalah sesikun yang menggambarkan keadaan atau kelakukan manusia dengan alam sekitar. perumpamaan biasanya diawali dengan kata gegeh (dialek O) dan Gegoh (dialek A) yang artinya seperti atau bagaikan.
contoh: "Gegoh Nilangko Wai" artinya, "Seperti menuangkan air". makna sesikun tersebut adalah seperti menuangkan air yang artinya berjalan dengan lancar seperti air mengalir.

4. Ibarat
Pada hakikatnya Ibarat sama dengan perumpamaan. keduanya merupakan pribasa yang mengungkapkan keadaan atau kelakukan seseorang dengan mengambil perbandingan dengan alam sekitar, akan tetapi Ibarat setelah mengungkapkan perbedaan sisertai juga dengan sedikit penjelasan.
contoh: "Gegoh ilmu paghi, tambah ngisi, tambah sungguk", artinya "Seprti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk". makna dari sesikun tersebut adalah tidak peranah sombong meskipun ilmu, kekayaan, harta maupun pangkatnya semakin meningkat.

5. Pemeo
Pemeo adalah kata-kata yang populer baik berisi dorongan semangat, olok-olokan, ejekn atau juga sindiran. 
contoh: "Makkung buipon kidang ghadu haga ngeghoh", artinya "Belum memiliki gigi tapi sudah mau menggigit", makna dari pemeo tersebut adalah belum memiliki kekuasaan tapi sudah mau bertindak sesuka hati.

6. Ungkapan
Ungkapan atau idiom, adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus. 
contoh: "Kedol pudak" yang artinya "Tebal muka". Maknanya adalah orang yang tidak tahu malu.

CONTOH SESIKUN:

        



EVALUASI

Peserta didik mampu mengindentifikasi informasi yang terdapat dalam teks Sesikun. 
peserta didik juga diarahkan untuk mengerjakan latihan soal pada buku LKS terkait Sesikun serta memanfaatkan buku Hanggum Nihan Bebahasa Lampung sebagai sumber materi dan latihan.

Kesimpulan 
Sesikun berarti bahasa yang memiliki arti kias atau bermakna konotasi (kata yang memiliki nilai rasa).
selanjutnya setelah memahami pengertian sesikun, ada juga manfaat sesikun. sesikun bermanfaat sebagai alat pemberi nasihat, motivasi, sindiran, celaan, sanjungan, perbandingan, atau sebagai pemanis dalam berbahasa. 
jika dilihat dri isi sesikun itu sendii, terbagi atas enak bentuk, yaitu:
1. pepatah
2. bidal
3. perumpamaan
4. ibarat
5. pemeo
6. ungkapan

Referensi
https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/56/36 
http://repository.unj.ac.id/43277/2/BAB%201.pdf
Buku Cetak Hanggum Bubahasa Lampung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Lampung kelas 9 "Pungo Pandai"

Warahan Legenda Kelas 7