Ringget dan Pisaan Kelas 9
PELAJARAN BAHASA LAMPUNG KELAS 9, MATERI "RINGGET DAN PISAAN"
Sekolah : SMP Al-Azhar 3 Bandar LampungHari/Tanggal : Senin , 24 November 2025Kelas : 9A, 9B, 9C, 9DElemen : Bebalah jamou
Nyajeiken Fase/Semester : D/GanjilCP : Pada akhir Fase D, Peserta didik dapat
menyampaikan informasi atau pesan
(perasaan, gagasan, pikiran dan kehendak)
secara lisan dengan memilih dan
menggunakan kosakata bahasa lampung
dalam bentuk monolog, dialog, sesuai
kaidah dan norma kesantunan untuk tujuan
tertentu.
Peserta didik dapat berbicara dalam
konteks sederhana dalam Bahasa Lampung
secara aktif, partisipatif efektif dan santun. Materi : Ringget dan PisaanGuru Pengampu : Alek Zulta Anggara, S.Pd.Waktu : 1X Pertemuan (2 x 40 Menit)
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu melantunkan
pisaan/ringget dengan nada, lafal, intonasi,
dan mimik yang tepat.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Assalamualaikum Wr. Wb.
Anak - anak hebat yang sholeh dan sholeha yang Bapak banggakan, apakah tadi subuh kalian sudah melaksanakan sholat subuh tepat waktu? untuk yang laki-laki solat subuh nya di masjid atau di musholla yaa, supaya kita mendapat keberkahan dari Allah SWT .. dan untuk yang perempuan silahkan sholat subuh nya secara munfarid dirumah masing-masing...
Pertemuan lalu kita sudah belajar mengenai materi Warahan/Wawarahan Legenda. wawarahan legenda adalah cerita rakyat atau berdongeng dengan menggunakan bahasa lampung terutama terkait kisah-kisah legenda yang ada di tengah masyarakat lampung. Selanjutnya kita akan melanjutkan pada materi terakhir yaitu BAB 4 pada semester ini, materi tersebut ialah terkait "Ringget dan Pisaan".
semoga pertemuan kita beberapa waktu ke depan diberikan kemudahan oleh allah Swt.
Kita simak dulu video dibawah ini sebelum kita membahas materi terbaru terkait Ringget dan Pisaan....
MATERI PELAJARAN
Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki kekayaan budaya. Salah satunya adalah sastra
lisan. Ada berbagai jenis sastra lisan yang masih berkembang hingga saat ini meliputi peribahasa, teka-teki, mantra, puisi, dan cerita rakyat. Keberadaan sastra lisan di tengah masyarakat sangat dibutuhkan karena menurut
Danandjaja dalam Sukatman, (2009:7), tradisi/sastra lisan mempunyai beberapa fungsi yakni sebagai cerminan
angan-angan suatu kelompok masyarakat, sebagai alat pendidikan, sebagai alat pemaksa atau pengontrol norma-norma. Dengan fungsi tersebut maka keberadaan sastra lisan sangat dibutuhkan oleh masyarakat yakni sebagai
sarana pewarisan nilai-nilai kultural Lampung.
Sanusi
(2001:7) membagi karya sastra lisan etnis
Lampung menjadi 5 (lima) macam, yaitu:
Peribahasa (sesikun/sekiman); (2) teka-teki
(seganing/teteduhan); (3) mantera
(memmang, asihan, pebukkem/pebukkom,
pengheppek/pengheppok, balung, jappei/
jappi); (4) cerita rakyat (warahan); dan (5) puisi (paradinei/paghadini, papaccur/
papaccogh/wawancan, pattun/adi-adi,
bebandung, ringget/pisaan/highinghighing/wayak/ngehahaddo, hahiwang).
Pada pertemuan ini kita akan membahas salah satu sastra lisan masyarakat lampung yang berjenis puisi lampung dan sering disebut dengan Ringget dan Pisaan. Ringget dan Pisaan memiliki kesamaan hanya saja berbeda penyebutan nama berdasarkan beberapa tempat yang menyampaikan, misalnya pisaan dikenal oleh masyarakat, way kanan dll.
A. Ringget
Ringget merupakan puisi masyarakat lampung yang di dalamnya berisi petuah atau nasihat baik ketika acara atau dalam acara pemberian inai amai atau adok atau gelar dalam acara pernikahan masyarakat lampung. daerah yang menggunakan puisi ringget diantaranya, abung, menggala dan melinting.
Ringget memiliki beberapa kegunaan yaitu:
1. dipakai waktu ngattako muli lapah bebai atau sering disebut kegiatan lamaran menuju pernikahan
2. guai ngemulai kegiatan acara adat atau musyawarah dilom adat
3. pelengkap dilom acara cangget
Ringget ngedok 4 macom bentuk jama isi, diantarai:
1. ngisi kurang lebih 12 lirik
2. mawat setimbalan
3. bersajak abcd (bersajak terus)
4. ngisi masalah kenangan, harapan serta penawaian sai wawai
Ringget munih ngedok fungsi, atau ringget memiliki fungsi, fungsinya asalah:
1. penyampai nasihat
2. sarana hiburan
3. guai apresiasi karya sastra
B. Pisaan
Pisaan iyulah sejenis puisi masyarakat lampung sai dikenal jama masyarakat pubian, sungkai dan way kanan. pisaan sinji biasa digunako guai pengantar acara adat, pengiring pelepasan pengantin perempuan ketika akan mengikuti suaminya, pelengkap acara tarian adat, pelengkap acara bujang gadis, digunakan juga untuk menidurkan anak serta sebagai hiburan ketika sedang bersantai.
Bentuk dan Isi Pisaan:
1. berbait-bait
2. bersajak (ab-ab, aa-aa, abc-abc, abcd-abcd)
3. satu bait terdiri atas 4,6 sampai 8 baris
4. larik hanya terdiri atas isi tanpa sampiran
5. isinya berupa nasihat, pesan, cerita maupun harapan.
Pisaan ngedok fungsi, fungsi sina meliputi:
1. media penyappaian nasihat
2. media hiburan
3. sarana menyampaiko cerita jama guai apresiasi sastra
Contoh Ringget:
Contoh Pisaan:
EVALUASIPeserta didik mampu mengindentifikasi dan memahami informasi yang terdapat dalam teks ringget dan pisaan. peserta didik juga diarahkan untuk mengerjakan latihan soal pada buku LKS terkait Ringget dan Pisaan serta memanfaatkan buku Hanggum Nihan Bebahasa Lampung dan jurnal sebagai sumber materi dan latihan.
Kesimpulan Ringget merupakan puisi masyarakat lampung yang di dalamnya berisi petuah atau nasihat baik ketika acara atau dalam acara pemberian inai amai atau adok atau gelar dalam acara pernikahan masyarakat lampung. Pisaan iyulah sejenis puisi masyarakat lampung sai dikenal jama masyarakat pubian, sungkai dan way kanan. pisaan sinji biasa digunako guai pengantar acara adat, pengiring pelepasan pengantin perempuan ketika akan mengikuti suaminya, pelengkap acara tarian adat, pelengkap acara bujang gadis, digunakan juga untuk menidurkan anak serta sebagai hiburan ketika sedang bersantai.
ReferensiFAKHRUROZI, Jafar, et al. Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. J. Soc. Sci. Technol. Community Serv, 2021, 2.1: 27.
Buku Cetak Hanggum Bubahasa Lampung
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu melantunkan pisaan/ringget dengan nada, lafal, intonasi, dan mimik yang tepat.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Assalamualaikum Wr. Wb.
Anak - anak hebat yang sholeh dan sholeha yang Bapak banggakan, apakah tadi subuh kalian sudah melaksanakan sholat subuh tepat waktu? untuk yang laki-laki solat subuh nya di masjid atau di musholla yaa, supaya kita mendapat keberkahan dari Allah SWT .. dan untuk yang perempuan silahkan sholat subuh nya secara munfarid dirumah masing-masing...
Pertemuan lalu kita sudah belajar mengenai materi Warahan/Wawarahan Legenda. wawarahan legenda adalah cerita rakyat atau berdongeng dengan menggunakan bahasa lampung terutama terkait kisah-kisah legenda yang ada di tengah masyarakat lampung. Selanjutnya kita akan melanjutkan pada materi terakhir yaitu BAB 4 pada semester ini, materi tersebut ialah terkait "Ringget dan Pisaan".
semoga pertemuan kita beberapa waktu ke depan diberikan kemudahan oleh allah Swt.
Kita simak dulu video dibawah ini sebelum kita membahas materi terbaru terkait Ringget dan Pisaan....
MATERI PELAJARAN
Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki kekayaan budaya. Salah satunya adalah sastra lisan. Ada berbagai jenis sastra lisan yang masih berkembang hingga saat ini meliputi peribahasa, teka-teki, mantra, puisi, dan cerita rakyat. Keberadaan sastra lisan di tengah masyarakat sangat dibutuhkan karena menurut Danandjaja dalam Sukatman, (2009:7), tradisi/sastra lisan mempunyai beberapa fungsi yakni sebagai cerminan angan-angan suatu kelompok masyarakat, sebagai alat pendidikan, sebagai alat pemaksa atau pengontrol norma-norma. Dengan fungsi tersebut maka keberadaan sastra lisan sangat dibutuhkan oleh masyarakat yakni sebagai sarana pewarisan nilai-nilai kultural Lampung.
Sanusi
(2001:7) membagi karya sastra lisan etnis
Lampung menjadi 5 (lima) macam, yaitu:
Peribahasa (sesikun/sekiman); (2) teka-teki
(seganing/teteduhan); (3) mantera
(memmang, asihan, pebukkem/pebukkom,
pengheppek/pengheppok, balung, jappei/
jappi); (4) cerita rakyat (warahan); dan (5) puisi (paradinei/paghadini, papaccur/
papaccogh/wawancan, pattun/adi-adi,
bebandung, ringget/pisaan/highinghighing/wayak/ngehahaddo, hahiwang).
Pada pertemuan ini kita akan membahas salah satu sastra lisan masyarakat lampung yang berjenis puisi lampung dan sering disebut dengan Ringget dan Pisaan. Ringget dan Pisaan memiliki kesamaan hanya saja berbeda penyebutan nama berdasarkan beberapa tempat yang menyampaikan, misalnya pisaan dikenal oleh masyarakat, way kanan dll.
A. Ringget
Ringget merupakan puisi masyarakat lampung yang di dalamnya berisi petuah atau nasihat baik ketika acara atau dalam acara pemberian inai amai atau adok atau gelar dalam acara pernikahan masyarakat lampung. daerah yang menggunakan puisi ringget diantaranya, abung, menggala dan melinting.
Ringget memiliki beberapa kegunaan yaitu:
1. dipakai waktu ngattako muli lapah bebai atau sering disebut kegiatan lamaran menuju pernikahan
2. guai ngemulai kegiatan acara adat atau musyawarah dilom adat
3. pelengkap dilom acara cangget
Ringget ngedok 4 macom bentuk jama isi, diantarai:
1. ngisi kurang lebih 12 lirik
2. mawat setimbalan
3. bersajak abcd (bersajak terus)
4. ngisi masalah kenangan, harapan serta penawaian sai wawai
Ringget munih ngedok fungsi, atau ringget memiliki fungsi, fungsinya asalah:
1. penyampai nasihat
2. sarana hiburan
3. guai apresiasi karya sastra
B. Pisaan
Pisaan iyulah sejenis puisi masyarakat lampung sai dikenal jama masyarakat pubian, sungkai dan way kanan. pisaan sinji biasa digunako guai pengantar acara adat, pengiring pelepasan pengantin perempuan ketika akan mengikuti suaminya, pelengkap acara tarian adat, pelengkap acara bujang gadis, digunakan juga untuk menidurkan anak serta sebagai hiburan ketika sedang bersantai.
Bentuk dan Isi Pisaan:
1. berbait-bait
2. bersajak (ab-ab, aa-aa, abc-abc, abcd-abcd)
3. satu bait terdiri atas 4,6 sampai 8 baris
4. larik hanya terdiri atas isi tanpa sampiran
5. isinya berupa nasihat, pesan, cerita maupun harapan.
Pisaan ngedok fungsi, fungsi sina meliputi:
1. media penyappaian nasihat
2. media hiburan
3. sarana menyampaiko cerita jama guai apresiasi sastra
Peserta didik mampu mengindentifikasi dan memahami informasi yang terdapat dalam teks ringget dan pisaan. peserta didik juga diarahkan untuk mengerjakan latihan soal pada buku LKS terkait Ringget dan Pisaan serta memanfaatkan buku Hanggum Nihan Bebahasa Lampung dan jurnal sebagai sumber materi dan latihan.
Ringget merupakan puisi masyarakat lampung yang di dalamnya berisi petuah atau nasihat baik ketika acara atau dalam acara pemberian inai amai atau adok atau gelar dalam acara pernikahan masyarakat lampung. Pisaan iyulah sejenis puisi masyarakat lampung sai dikenal jama masyarakat pubian, sungkai dan way kanan. pisaan sinji biasa digunako guai pengantar acara adat, pengiring pelepasan pengantin perempuan ketika akan mengikuti suaminya, pelengkap acara tarian adat, pelengkap acara bujang gadis, digunakan juga untuk menidurkan anak serta sebagai hiburan ketika sedang bersantai.
FAKHRUROZI, Jafar, et al. Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. J. Soc. Sci. Technol. Community Serv, 2021, 2.1: 27.
Buku Cetak Hanggum Bubahasa Lampung
Komentar
Posting Komentar