Warahan Fabel Kelas 7

                            PELAJARAN BAHASA LAMPUNG KELAS 7 "WAWAGHAHAN FABEL"



Sekolah               SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Hari/Tanggal    : Selasa, 04 November 2025

Kelas                   : 7A, 7B, 7C, 7D

Elemen                Ngebaco jama Memeriksa

Fase/Semester    : D/Ganjil

CP                      Pada akhir fase D, Peserta didik dapat mengeksplorasi, menganalisis dan mengevaluasi informasi atau pesan (perasaan, gagasan, pikiran, dan kehendak dan struktur tipe teks (nonfiksi dan fiksi) secara visual dan audiovisual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat. Peserta didik dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan menggunakan aksara Lampung sesuai dengan kaidah yang benar.

Materi                   : Wawaghahan Fabel

Guru Pengampu    : Alek Zulta Anggara, S.Pd.

Waktu                : 1X Pertemuan (2 x 40 Menit)



TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menganalisis unsur instrinsik yang terdapat dalam fabel

KEGIATAN PEMBELAJARAN


Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Anak - anak hebat yang sholeh dan sholeha yang Bapak banggakan, apakah tadi subuh kalian sudah melaksanakan sholat subuh tepat waktu? untuk yang laki-laki solat subuh nya di masjid atau di musholla yaa, supaya kita mendapat keberkahan dari Allah SWT .. Dan untuk yang perempuan silahkan sholat subuh nya secara munfarid dirumah masing-masing...


Pertemuan lalu kita sudah belajar mengenai materi Bebalahan dan Memidoghan, sekarang saatnya kita memasuki materi yang baru yaitu terkait "Wewaghahan Fabel".

 

semoga pertemuan kita beberapa waktu ke depan diberikan kemudahan oleh allah Swt.

Kita simak dulu video dibawah ini sebelum kita membahas materi terbaru terkait Warahan atau Wawaghahan...


MATERI PELAJARAN

Warahan salah satu jenis sastra Lampung berupa cerita yang berbentuk prosa. masyarakat etnik Lampung mempunyai banyak cerita yang berbentuk prosa. Cerita itu dapat digolongkan menjadi enam jenis yakni epos, fabel, legenda, mite, dan cerita yang semata mata berdasarkan fiksi. Kantor Bahasa Provinsi Lampung (20016: 8) membagi cerita rakyat menjadi tiga, yaitu mite, legenda dan dongeng.
Warahan memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik. peneliti membatasi unsur instrinsik warahan menjadi 6 (enam) yakni tema, penokohan, latar/ seting, alur, konflik, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik peneliti membatasi pada pandangan hidup/latar belakang pengarang.
Warahan adalah sastra lisan berasal dari daerah lampung. warahan disampaikan oleh pewarah. warahan dalam bahasa lampung bearti berita atau cerita. warahan berisi legenda atau cerita yang kebenarannya diyakini, legenda tersebut dapat berupa cerita kepahlawanan, asal usul suku lampung dan cerita anak-anak.
Salah satu bentuk karya sastra yang ada di Lampung adalah warahan yang merupakan cerita rakyat Lampung. Dalam cerita rakyat Lampung terdapat gambaran mengenai realitas kehidupan, maka dari itu dipandang dapat memberikan kontribusi bagi pembentukan karakter guna mengatasi krisis moral dan etika yang disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globlalisasi seperti sekarang ini.
Warahan adalah salah satu sastra tutur yang disampaikan oleh seseorang orang yang padamulanya kegiatan ini dilantunkan tidak menggunakann musik. kemudian warahan ini merupakan salah satu adat istiadat yang berasal dari daerah lampung. perkembangan wrahan disertai dengan iringan musik gambus lunik, sehingga para penikmat seni dapat mendengarnya dengan indah ketika diiringi musik dari gambus lunik yang dimainkan oleh pemain musik warahan tersebut.Warahan Lampung. Warahan ini berasal dari kata wakha yang dalam bahasa Lampung berarti cerita atau berita, hal ini disampaikan dengan penyampaian melalui kegiatan alat musik tersebut yang dimainkan.Sastra tutur iniyang oleh orang pesisir pantai sendiri disebut dengan (sai batin) ataupun juga dapat disebut wawarahan kemudian juga orang Lampung pepaduan menyebutnya dengan warahan. kemudian Pada masa lalu saat warahan dipertunjukkan di depan masyarakat lampung, pewarah atau disebut dengan pelantun menuturkan cerita di tengah penonton hanya dengan alat penerang lampu sempronng, sehingga pada saat itu membuat kegiatan ini terasa asik dan meriah juga sekaligus diiringi musik gambus lunik tersebut yang berasal dari lampung.

dengan keberadaan warahan ini seseorang dapat mempelajari banyak hal-hal, situasi, dan tempat-tempat yang mungkin belum pernah dijumpai sebelumnya. Kemampuan memahami warahan juga merupakan sebuah kemampuan yang harus perlu dimiliki oleh para seluruh masyarakat adat lampung dan tentunya juga masyarakat indonesia yang pluralisme sehingga dengan memahami beberapa adat sejatinya akan mengembalikan adat-adat yang telah tergeurus pada era modern ini, hal ini juga disebabkan karena warahan berisi ide, gagasan, atau pendapat pengarang kepada para pembaca.

Wawaghahan merupakan cerita berirama, ciri-ciri dari warahan terlihat dari irama yang menyertai cerita tersebut dan bersifat liris atau dipengaruhi pribadi dan emosi pembawa cerita. wawarahan merupakan cerita prosa berirama, cerita disampaikan dengan irama sedemikian rupa, menaik dan menurun serta menimbulkan kesan tertentu, sehingga pendengar akan terhanyut oleh cerita dan irama yang disampaikan tersebut.

Pada materi ini kali ini kita akan fokus pada waghahan fabel, Menurut situs Kemdikbud, fabel adalah cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak dan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Karakter-karakter pada binatang tersebut dianggap mewakili manusia yang diceritakan mampu berbicara dan bertindak seperti halnya manusia.

selanjutnya terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik.

unsur intrinsik 

a. Tema 

b. Latar

c. Tokoh/Penokohan 

d. Alur

e. Amanat

unsur Ekstrinsik meliputi:

a. Usur Sosial

b. unsur keagamaan 

c. Unsur Budaya 

d. Unsur Pendidikan

CONTOH WAWARAHAN:



EVALUASI

Peserta didik mampu mengindentifikasi informasi yang terdapat dalam teks Wawarahan. 
peserta didik juga diarahkan untuk mengerjakan latihan soal pada buku LKS terkait Lamban atau Nuwo Sessat serta memanfaatkan buku Hanggum Nihan Bebahasa Lampung sebagai sumber materi dan latihan.

Kesimpulan 
Warahan adalah salah satu sastra tutur yang disampaikan oleh seseorang orang yang padamulanya kegiatan ini dilantunkan tidak menggunakann musik. kemudian warahan ini merupakan salah satu adat istiadat yang berasal dari daerah lampung. perkembangan wrahan disertai dengan iringan musik gambus lunik, sehingga para penikmat seni dapat mendengarnya dengan indah ketika diiringi musik dari gambus lunik yang dimainkan oleh pemain musik warahan tersebut.Warahan Lampung. Warahan ini berasal dari kata wakha yang dalam bahasa Lampung berarti cerita atau berita, hal ini disampaikan dengan penyampaian melalui kegiatan alat musik tersebut yang dimainkan.Sastra tutur iniyang oleh orang pesisir pantai sendiri disebut dengan (sai batin) ataupun juga dapat disebut wawarahan kemudian juga orang Lampung pepaduan menyebutnya dengan warahan.
Pada materi ini kali ini kita akan fokus pada waghahan legenda, Legenda Adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi biasanya dihubungkan dengan tokoh sejarah serta dibumbui dengan keajaiban, kesaktian dan keistimewaan tokoh.

Referensi
https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/56/36 
http://repository.unj.ac.id/43277/2/BAB%201.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Lampung kelas 9 "Pungo Pandai"

Warahan Legenda Kelas 7

Sesikun atau Pribahas dalam Bahasa Lampung (Kelas 9)